Tanggal 21 Maret 2010 , hari ini Kelompok Sultan Hasanuddin dari 7-1 Pasmer akan melaksanakan wawancara dengan Narasumber dari Tempat Pembuatan Tempe di kawasan Depok II Timur . Di tempat pembuatan tempe ini , terdapat sepuluh orang pekerja .
Walaupun sederhana , namun perbulan tempat pembuatan Tempe ini mendapatkan omzet jutaan rupiah per bulan dari hasil penjualan tempe . Hal ini merupakan pengembangan Industri Kreatif yang berbasis Ekonomi Menengah Kebawah.
Hal ini patut menjadi tolok ukur dalam pemerataan pekerjaan di Indonesia , sehingga tidak ada pengangguran di Indonesia . Dan semua pekerja mempunyai pekerjaan . Masih banyak Industri Kreatif yang dapat.. di buka dan diberdayakan guna membuka lapangan kerja dan menambah kreatifitas masyarakat,
Konsep Pertanyaan
Chaedar : “Selamat Siang, Pak.”
Chaedar : “Maaf menganggu, Pak.”
Chaedar : “Begini Pak... Saya mendapat tugas dari sekolah untuk mewawancarai suatu pabrik. Apakah bapak tidak keberatan?”
Chaedar : “Perkenalkan... Saya Chaedar dari SMPN 4 dan teman saya yang bernama (sambil menunjuk) yang ini Meigy, yang ini Niken, yang ini Daffa. Kalau boleh tahu nama bapak siapa?”
Meigy : “Ngomong-ngomong pak, Siapa pemilik pabrik ini pak?”
Daffa : “Pada tahun berapakah pabrik ini berdiri?”
Niken : “Kalau begitu sudah 23 tahun ya pak.”
Chaedar : “Berapa untung pabrik ini tiap tahun pak?”
Chaedar : “Begitu ya pak.”
Daffa : “Apakah bapak mengalami kendala di pabrik, pak?”
Niken : “Berapa kilogram keledai yang diperlukan setiap hari?”
Meigy : “Berapa kilogram tempe yang dihasilkan setiap hari?”
Kelompok : “Semoga pabrik tempe ini makin maju.”
Kelompok : “Terima kasih atas ketersediaannya dalam wawancara ini.”
Kelompok : “Selamat Siang, pak”
Pertanyaan dan Jawaban dari Narasumber
Chaedar : “Selamat Siang, Pak.”
Narasumber : “Selamat siang, Dik.”
Chaedar : “Maaf menganggu, Pak.”
Narasumber : ”Oh, tidak dik, silakan aja!”
Chaedar : “Begini Pak... Saya mendapat tugas dari sekolah untuk mewawancarai suatu pabrik. Apakah bapak tidak keberatan?”
Narasumber : “Bapak tidak keberatan sama sekali.”
Chaedar : “Perkenalkan... Saya Chaedar dari SMPN 4 dan teman saya yang bernama (sambil menunjuk) yang ini Meigy, yang ini Niken, yang ini Daffa. Kalau boleh tahu nama bapak siapa?”
Narasumber : “Nama bapak Welas.”
Meigy : “Ngomong-ngomong pak, Siapa pemilik pabrik ini pak?”
Bapak Welas : “Alm. H. Slamet.”
Daffa : “Pada tahun berapakah pabrik ini berdiri?”
Bapak Welas : “Pabrik ini berdiri pada tahun 1987.”
Niken : “Kalau begitu sudah 23 tahun ya pak.”
Chaedar : “Berapa untung pabrik ini tiap tahun pak?”
Bapak Welas : “Tergantung dik.”
Chaedar : “Begitu ya pak.”
Daffa : “Apakah bapak mengalami kendala di pabrik, pak?”
Bapak : “Ada dik, semisalnya sewaktu harga kedelai naik maka akan mengurangi penghasilan.”
Niken : “Berapa kilogram keledai yang diperlukan setiap hari?”
Bapak Welas : “Sekitar 8 kwintal / hari”
Meigy : “Berapa kilogram tempe yang dihasilkan setiap hari?”
Bapak Welas : “Sekitar 50 kilo-an dek.”
Kelompok : “Semoga pabrik tempe ini makin maju.”
Bapak Welas : “Amin.”
Kelompok : “Terima kasih atas ketersediaannya dalam wawancara ini.”
Bapak Welas : “Sama – sama dik.”
Kelompok : “Selamat Siang, pak”
Demikian wawancara kami dengan Pak Welas , pekerja Tempat Pembuatan Tempe di kawasan Depok II Timur .
0 komentar:
Post a Comment